PROPOSAL FILSAFAT
BAHAYA SERTA
PENGARUH MEROKOK BAGI
KESEHATAN DAN WANITA
HAMIL
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Tintin Rostini,
SPt., MP
DISUSUN OLEH
NAMA : AURORA NEVADA
NPM : 15070249
FAKULTAS :
KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM
KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARY
NOPEMBER 2015
BAHAYA SERTA
PENGARUH MEROKOK BAGI
KESEHATAN DAN WANITA
HAMIL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini rokok
semakin gencar meluas di berbagai tempat.
Banyak negara– negara industri yang menilai bahwa merokok telah menjadi
perilaku yang secara sosial dianggap kurang biasa untuk diterima. Hal ini
adalah hasil penyuluhan yang intensif, bukan saja dilaksanakan oleh pemerintah,
melainkan oleh pihak lembaga swadaya masyarakat dan juga pihak perusahaan –
perusahaan.
Di negara berkembang, penyuluhan tentang bahaya merokok belum
dilaksanakan secara intensif. Hal ini selain karena industri rokok merupakan
sumber pemasukan bagi negara dan sumber kesempatan kerja, juga karena di
sebagian besar negara – negara sedang berkembang, dana untuk ini walaupun ada,
sangat kecil dibandingkan dengan dana yang dipergunakan oleh perusahaan –
perusahaan rokok untuk memasarkan rokok. Industri rokok melaksanakan secara
agresif dan dengan mengaitkan merokok dengan gaya hidup modern, masyarakat
terutama remaja yang paling sangat terpengaruh.
Sebagian besar orang bisa meninggal dikarenakan mengkonsumsi
rokok dengan berlebih. Awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi semakin lama
seseorang mengkonsumsi rokok, maka akan banyak timbul berbagai penyakit dalam
tubuhnya. Sebagian besar penyakit yang akan diderita oleh orang yang merokok
adalah penyakit yang umumnya tidak dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, atas
dasar realita inilah penulis merasa tertarik untuk membahasnya dalam bentuk
makalah dengan judul “ Bahaya Rokok Bagi Kesehatan.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah adalah sebagai
berikut :
Untuk menggambarkan bahaya merokok,
penyimpangan seks pada remaja, dan
bahaya penyalahgunaan minuman keras dan
narkoba.
1. Zat apa saja yang
terkandung dalam rokok?
2. Apa saja bahaya rokok terhadap wanita hamil?
3. Apa pengaruh pengaruh dari merokok ?
4. Apa dampak dari merokok untuk kesehatan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka
tujuan penulisan makalah ini adalah :
a. Untuk
mengetahui alasan seseorang mulai merokok.
b. Untuk
mengetahui bahan - bahan berbahaya yang terkandung dalam rokok.
c. Untuk
mengetahui bahaya rokok terhadap kesehatan.
d. Untuk
mengetahui upaya penanggulangan bahaya rokok.
1.4 Manfaat
Penelitian
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini
adalah sebagai pengetahuan bagi pembaca tentang adanya bahaya rokok terhadap
kesehatan dan upaya antisipasi untuk terhindar dari bahaya rokok.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran
panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter
sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar
pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat
mulut pada ujung lain. Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak
berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang
berfungsi menyaring nikotin. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk
kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong.
Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya
disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang
dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan
jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali
dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol
2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Beberapa zat
kandungan rokok lainnya dikenal mempunyai efek yang merugikan tulang dan
kulit. Anda mungkin terkejut untuk menemukan nama beberapa bahan kimia dalam
asap rokok. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Sianida
adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
2. Benzene juga
dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan
cairan tidak berwarna.3. Cadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif
yang ditemukan baterai.
4. Metanol
(alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai
metil alkohol.
5. Asetilena
(bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh
yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
6. Amonia
ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi
dengan unsur-unsur tertentu.
7. Formaldehida
cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
8. Hidrogen
sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat
ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
9. Arsenik
adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus.
Sedangkan asap yang dihasilkan rokok mengandung tar. Tar itu sendiri mengandung banyak bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup itu melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis.
Selain itu asap
ini juga mengandung karbon monoksida. Karbon monoksida adalah bahan kimia
beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Hal inilah yang kemudian bisa
menurunkan jumlah oksigen dalam darah dan menghalangi semua kinerja organ
pensuply oksigen di dalam tubuh. Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung
mengalami penebalan dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab
utama seorang perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak.
Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang
secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun
orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
1. Asap rokok
mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43
jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat
berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.
2. Asap rokok
yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara
dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek
rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang
dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi
di jalanan raya yang macet.
3. Seseorang
yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang
sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih
merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
4. Harga rokok
yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana
kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok.
Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang
berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian
akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang
mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup
pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan
di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
5. Sebagian
perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar
merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap
rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di
tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga
orang lain akan terkena penyakit kanker.
6. Kegiatan
yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan
sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh
mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang
berbeda dalam hal ini.
2.3 Tipe
perilaku merokok
Berdasarkan Management of affect theory,
Silvan Tomkins (dalam Al Bachri,1991) ada 4 tipe perokok yaitu :
1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan
positif. Dengan merokok seseorang merasakan penambahan rasa yang positif.
Green (dalam Psychological Factor in Smoking, 1978) menambahkan ada 3
sub tipe ini :
a. Pleasure
relaxation perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan
kenikmatan yang sudah
didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.
didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.
b. Stimulation to pick them up Perilaku merokok hanya dilakukan
sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.
c.
Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh dengan
memegang rokok. Sangat spesifik pada perokok pipa. Perokok pipa akan
menghabiskan waktu untuk mengisi pipa dengan tembakau sedangkan untuk
menghisapnya hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja. Atau perokok lebih
senang berlama-lama untuk memainkan rokoknya dengan jari-jarinya lama sebelum
ia nyalakan dengan api.
2. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan
negatif. Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan
negatif, misalnya bila ia marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai
penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi,sehingga
terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak.
3. Perilaku merokok yang adiktif. Oleh
Green disebut sebagai psychological Addiction. Mereka yang sudah adiksi,
akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok
yang dihisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli
rokok, walau tengah malam sekalipun, karena ia khawatir kalau rokok tidak
tersedia setiap saat ia menginginkannya.
4. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan.
Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan
mereka, tetapi karena benar-benar sudah menjadi kebiasaannya rutin. Dapat
dikatakan pada orang-orang tipe ini merokok sudah merupakan suatu perilaku yang
bersifat otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari. Ia
menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benar-benar habis.
2.4 Hal – hal yang menyebabkan perilaku merokok
1. Pengaruh 0rangtua
Salah satu
temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari
rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan
anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi
perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang
bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Remaja yang berasal dari keluarga konservatif yang menekankan nilai-nilai
sosial dan agama dengan baik dengan tujuan jangka panjang lebih sulit untuk
terlibat dengan rokok/tembakau/obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang
permisif dengan penekanan pada falsafah “kerjakan urusanmu
sendiri-sendiri", dan yang paling kuat pengaruhnya adalah bila orang tua
sendiri menjadi figur contoh yaitu sebagai perokok berat, maka anak-anaknya
akan mungkin sekali untuk mencontohnya. Perilaku merokok lebih banyak di dapati
pada mereka yang tinggal dengan satu orang tua (single parent). Remaja
akan lebih cepat berperilaku sebagai perokok bila ibu mereka merokok dari pada
ayah yang merokok, hal ini lebih terlihat pada remaja putri (Al Bachri, Buletin
RSKO, tahun IX, 1991).
2. Pengaruh teman
Berbagai fakta
mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar
kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari
fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi
terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut
dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi
perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu
atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al
Bachri, 1991)
3. Faktor Kepribadian
Orang mencoba
untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa
sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat
kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok)
ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes
konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang
memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).
4. Pengaruh Iklan
Melihat iklan
di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang
kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk
mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti,
Buletin RSKO, tahun IX,1991).
BAB III
MATERI DAN
METODE
3.1 Analisis Data
Mengenai pengaruh rokok terhadap kesehatan dan
wanita hamil akan dianalisis dengan memaparkan dalam bentuk kalimat.
3.2 Pengambilan Data
Untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan
pengaruh pengaruh rokok terhadap kesehatan dan wanita hamil menggunakan teknik
langsung terjun kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument
pengumpulan data semacam ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih
akurat bila kita mengamati sendiri apa yang akan terjadi di lapangan tersebut.
3.4 Pengambilan Sampel
Teknik sampling yang akan peneliti gunakan
dalam penelitian ini adalah probability sampling maksudnya adalah “teknik yang
memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk
dipilih menjadi sample”. Selanjutnya untuk penentuan sample yang digunakan
adalah teknik sistematik random sampling. Alasannya karena peneliti mengetahui
nama atau identifikasi dari satuan-satuan individu populasi melalui data disetiap desa rersebut.
|
No
|
Nama Desa
|
Jumlah Sampel
|
|
1
|
Alastengah
|
20
|
|
2
|
Pandean
|
35
|
|
3
|
Petunjungan
|
18
|
|
Jumlah
|
73
|
3.5 Kesimpulan
Jadi merokok itu dapat membahayakan tubuh manusia
itu sendiri. tidak hanya perokok aktif saja yang terkena dari bahaya merokok
tapi perokok pasifpun juga dapat terkena bahaya rokok itu,makan dari itu bahaya
dari rokok itu sangat mengancam keselamatan manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø
Atkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Ø
Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim
Ø
Pembina, Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi
oleh
Ø
Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.
Ø Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo
&
Ø Istiwidayanti.
Jakarta: Erlangga.
Ø Kozier, B
(1991). Fundamental of Nursing : Concept, Process, and Practice.
Ø Fourth
Edition. California : Addison-Wesley Publishing Company.
Ø Mappiare, A.
(1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Ø Stuart &
Sundeen (1998). Principle and Practice of Psychiatric Nursing. 6 th. Ed.
Ø Philadelphia:
The C V Mosby.
Ø Azwar, S.
2002. Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta. Pustaka
Ø Pelajar
Offset
Tidak ada komentar:
Posting Komentar